Sejarah Siak
Mengenal Lebih Dekat

Tentang Siak

Kembali ke Halaman Utama Mulai Menjelajah Tokoh-Tokoh
Sejarah Siak
Tentang Siak

Sejarah Siak

Kesultanan Siak Sri Inderapura adalah kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau yang berdiri sejak tahun 1723 hingga 1946. Kerajaan ini didirikan oleh Raja Kecik (Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah). Puncak kejayaan Siak terjadi di bawah pimpinan Sultan Syarif Kasim II, yang tercatat menyumbangkan 13 juta gulden untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.Berikut adalah sejarah lengkap Kesultanan Siak yang dibagi menjadi beberapa fase penting:
1. Awal Berdirinya Kerajaan
Kesultanan Siak lahir akibat adanya perebutan takhta di Kesultanan Johor. Raja Kecik, yang mengklaim sebagai putra Sultan Mahmud Syah dari Johor, sempat berhasil merebut kekuasaan namun kemudian kalah dalam pertempuran selanjutnya. Raja Kecik akhirnya memutuskan untuk mendirikan kerajaan baru yang mandiri di Buantan, tepat di tepi Sungai Siak, pada tahun 1723 M. Ia dinobatkan sebagai sultan pertama Siak dengan gelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah.

2. Masa Kejayaan dan Pemindahan Ibu Kota
Siak dikenal luas sebagai kerajaan yang taat menjalankan ajaran agama Islam serta mampu mengatur perdagangan internasional yang makmur. Di bawah pemerintahan Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (Sultan ke-11), Siak mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik di sektor ekonomi maupun birokrasi.
Beliau membangun Istana Asseraya Alhasyimiyah pada tahun 1889, sebuah istana megah yang memadukan keindahan arsitektur Melayu, Arab, dan Eropa. Pada masa ini pula, tepatnya tahun 1901, Sultan Syarif Hasyim mengesahkan kitab undang-undang Babul Qawaid yang menjadi landasan hukum dan adat istiadat masyarakat.

3. Akhir Kerajaan dan Dukungan untuk Indonesia
Sultan terakhir Siak adalah Sultan Syarif Kasim II yang naik takhta pada tahun 1915. Beliau dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat dermawan dan cinta tanah air. Mendengar berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, beliau langsung mengirimkan surat kesetiaan kepada Presiden Soekarno.
Tidak hanya itu, beliau juga menyerahkan mahkota kerajaan serta menyumbangkan harta pribadinya sebesar 13 juta gulden (nominal yang sangat besar pada masa itu) demi membantu perjuangan awal Republik Indonesia. Pada tahun 1946, Kesultanan Siak secara resmi mengakhiri kekuasaannya dan meleburkan diri ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Peninggalan Bersejarah yang Terkenal
Hingga saat ini, jejak-jejak kejayaan masa lalu masih berdiri kokoh dan dapat disaksikan langsung di Kota Siak Sri Indrapura, Riau. Beberapa peninggalan yang paling ikonik meliputi:
Istana Siak Sri Indrapura: Istana megah yang dijuluki sebagai "Matahari Timur".
Alat Musik Komet: Sejenis gramofon langka buatan Jerman tahun 1896, yang konon saat ini hanya tersisa dua buah saja di seluruh dunia.
Video Dokumenter
Thumbnail video dokumenter